Program SSF Di Lima Puluh Kota Hasilkan 3,4 T Per Tahun
Lima Puluh Kota – Jaga kawasan hutan, Kabupaten Lima Puluh Kota menerima program Perhutanan Sosial hingga 2025 mendatang. Setelah berhasil lolos seleksi dari 550 Kapupaten/Kota lainnya.
Untuk lima tahun ke depan, program tersebut ditargetkan pada 45 Kelompok Perhutanan Sosial dengan cakupan luas perhutanan sosial sebesar 95.317,12 Ha. Dengan nilai ekonomi ditaksir sekitar Rp 3,4 Triliun per tahun.
“Kita ucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Kemen KLH, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat atas Program Perhutanan Sosial, di Lima Puluh Kota, kita akan dukung pelaksanaan program ini secara maksimal,” kata Bupati Safaruddin kepada media di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Sabtu (04/06).
Selain itu, Bupati Safaruddin mengatakan, dengan luas wilaya Lima Puluh Kota 335.430 hektar, sekitar 172.552 hektar atau 51 persennya merupakan kawasan hutan lindung yang berada di 11 kecamatan. Dari total sebanyak 79 Nagari sebanyak 64 nagari memanfaatkan kawasan hutan dan hasilnya sebagai pendapatan ekonomi masyarakat.
“Hal ini menyiratkan masyarakat Limapuluh Kota memiliki ketergantungan yang tinggi kepada kawasan hutan. Sehingga, kita menilai Program Perhutanan Sosial sangat strategis bagi Lima Puluh Kota,” jelasnya.
Dia menambahkan, pada saat ini di Kabupaten Lima Puluh Kota terdapat sebanyak 23 kelompok perhutanan sosial. Dengan kategori sebanyak 18 hutan nagari seluas 29.182 hektar serta lima kategori hutan kemasyarakatan seluas 6.882 hektar dengan 27.211 orang bergantung hidup dengan potensi kedua kategori hutan tersebut.
“Kita sudah mengusulkan sebanyak enam lagi ke Kemen LHK, untuk kita ikut sertakan dalam Program Perhutanan Sosial,” jelas Bupati Safaruddin.
Mengingat pentingnya program penguatan perhutanan sosial, Bupati Safaruddin menginstruksikan kepala perangkat daerah untuk mencermati program/ kegiatan yang bisa diintegrasikan ke program SSF
Serta sebanyak 25.863 desa terkategori desa miskin berbatasan langsung dengan kawasan hutan lindung dengan 71,06 persen penduduknya menggantungkan hidup kepada potensi hutan.
“Untuk itu, Program Penguatan Perhutanan Sosial, yang juga merupakan program global, melalui Global Environment Project, sangat penting untuk menurunkan angka kemiskinan. Untuk Limapuluh Kota kita targetkan penguatan Perhutanan Sosial untuk sebanyak 45 kelompok dengan cakupan luas 94.882 hektar yang melibatkan 125.751 keluarga,” ujar Direktur PKPS Syafda.
Mengingat strategisnya program ini, Direktur PKPS, meminta dukungan Pemkab Limapuluh Kota mendukung Program Penguatan Hutan Sosial dengan penyusunan kebijakan daerah serta integrasi kegiatan dari perangkat daerah, untuk mendukung implementasi program penguatan hutan sosial.
“Kita minta Limapuluh Kota memasukkan Program Penguatan Hutan Sosial, ke dalam RPJMD, sehingga program ini menjadi terarah pelaksanaannya di daerah,” ujar Direktur PKPS. (Can)


Komentar
Posting Komentar